BNCT Siaga! Latihan Tanggap Darurat Kebakaran Bukti Komitmen terhadap Keselamatan Kerja
Tim HSSE PT Belawan New Container Terminal (BNCT) melakukan latihan tanggap darurat kebakaran di Lapangan Fase 1 Belawan untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dan keselamatan operasional.
GIMIC.ID, BELAWAN — Tim Keamanan Divisi HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) PT Belawan New Container Terminal (BNCT) menggelar latihan tanggap darurat kebakaran di Lapangan Fase 1, sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan keandalan operasional di salah satu terminal peti kemas terbesar dan paling strategis di kawasan Sumatra.
Latihan ini dirancang untuk memastikan kesiapsiagaan serta kemampuan respons cepat seluruh personel dalam menghadapi potensi insiden kebakaran yang dapat mengganggu kelancaran arus logistik nasional.
Simulasi dilakukan dengan skenario realistis, mencakup penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), penanganan area berisiko tinggi, dan evakuasi terstruktur untuk menguji kecepatan, ketepatan, serta efektivitas koordinasi antar tim di lapangan.
Kegiatan tanggap darurat ini merupakan agenda rutin BNCT sebagai bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Melalui latihan berkala, BNCT tidak hanya memenuhi standar keselamatan industri, tetapi juga memperkuat budaya kerja aman di seluruh lini operasional.
“Keselamatan adalah prioritas tertinggi kami. Melalui latihan ini, kami memastikan seluruh personel mampu merespons keadaan darurat dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar HSSE Lead BNCT, Doni Priambodo, di sela kegiatan.
Doni menambahkan, BNCT berkomitmen membangun budaya keselamatan yang kuat, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan kebutuhan operasional di sektor logistik dan pelabuhan.
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, BNCT akan terus meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan tim melalui:
- Pelatihan dan sertifikasi personel HSSE secara periodik,
- Pemutakhiran prosedur tanggap darurat,
- Evaluasi dan audit keselamatan berkala, serta
- Kolaborasi dengan instansi terkait, termasuk otoritas pelabuhan, damkar, dan aparat keamanan setempat.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sistem mitigasi risiko di area terminal serta mendukung kelancaran rantai pasok logistik nasional.
“BNCT tidak hanya berorientasi pada efisiensi operasional, tetapi juga menempatkan keselamatan sebagai fondasi utama dalam setiap aktivitas terminal,” tegas Doni.
Dengan penerapan prinsip zero accident dan kesiapan tanggap darurat yang andal, BNCT menegaskan posisinya sebagai terminal peti kemas modern yang beroperasi sesuai standar keselamatan internasional dan mendukung target nasional dalam peningkatan keselamatan maritim.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)