1. Beranda
  2. Daerah

Kemenag Sumut dan FKUB Gelar Dialog Penguatan Kerukunan Umat Beragama Bersama Staf Ahli Menteri Agama RI

Oleh ,

Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Keagamaan Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Iswandi Syahputra, S.Ag., M.Si. (keempat dari kanan) bersama Kakanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi, S.Ag. (ketiga dari kanan) dan jajaran pengurus FKUB Provinsi serta kabupaten/kota usai dialog penguatan kerukunan umat beragama di Kantor Kemenag Sumut, Rabu (5/11).

GIMIC.ID, MEDAN – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Kanwil Kemenagsu) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) melaksanakan dialog bersama Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Keagamaan Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Iswandi Syahputra, S.Ag., M.Si., pada Rabu (5/11), di Ruang Sidang Kanwil Kemenag Sumut, Medan.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Sinergi Pelaksanaan Penguatan Kerukunan Umat Beragama” dan dihadiri oleh para pengurus FKUB dari tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, antara lain FKUB Provinsi Sumatera Utara, FKUB Kota Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Staf Ahli Menteri Agama.

Ia menekankan bahwa Sumatera Utara merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kerukunan umat beragama yang baik, dan hal itu harus terus dijaga melalui komunikasi yang terbuka dan kolaboratif.

“Kerukunan umat beragama sangat baik di Sumatera Utara. Semoga dialog ini membawa energi positif bagi kita semua untuk terus menjaga dan memperkuat kerukunan itu. Saya berharap kita semakin kompak, lebih dekat satu sama lain, dan meneladani konsep yang telah digagas Menteri Agama, yaitu penerapan cinta pada semua aspek kehidupan, termasuk kemanusiaan,” ujar Qosbi.

Ia berharap kegiatan dialog bersama Staf Ahli Menteri Agama RI ini dapat berlangsung secara komunikatif, dinamis, dan harmonis.

Dalam paparannya, Prof. Iswandi Syahputra menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi dalam membuat standar capaian kinerja Asta Protas Kementerian Agama RI.

“Asta Protas Kementerian Agama yang pertama adalah meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan. Ini juga sejalan dengan Asta Protas Presiden ke-8, yang menekankan pentingnya hidup harmonis dan rukun di tengah keberagaman,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dialog yang digelar di berbagai daerah ini bertujuan untuk menyosialisasikan pendekatan baru dalam mengelola kehidupan beragama secara rukun dan damai.

“Kita ingin menyerap aspirasi daerah, menggali nilai-nilai kearifan lokal yang dapat menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat kerukunan umat beragama di Indonesia,” ujar Iswandi.

Selain itu, Iswandi juga mengungkapkan bahwa Kementerian Agama telah mengembangkan aplikasi sistem deteksi dini (early warning system) untuk memantau potensi konflik antarumat beragama di berbagai wilayah.

“Perdamaian menjadi prioritas kita saat ini. Pemerintah harus hadir sebelum potensi konflik muncul. Jika konflik terjadi, biayanya jauh lebih besar, bukan hanya secara materi tetapi juga sosial dan psikologis,” tambahnya.

Dialog berjalan dengan interaktif, di mana para pengurus FKUB dari provinsi dan kabupaten/kota menyampaikan berbagai masukan dan aspirasi terkait upaya penguatan kerukunan, mekanisme pendirian rumah ibadah, serta dukungan anggaran bagi kegiatan FKUB di daerah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan FKUB dapat terus diperkuat, sehingga Sumatera Utara dapat menjadi contoh provinsi yang damai, rukun, dan toleran di Indonesia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id

(G-H2) 

Baca Juga