Penusukan Disertai Pencurian di Pantai Labu, Korban Berjuang Antara Hidup dan Meminta Keadilan
GIMIC.ID, PANTAI LABU - Kekerasan mengerikan terjadi kembali. Seorang pria bernama Anshari (39 tahun) menjadi korban penikaman brutal oleh pelaku berinisial, Hanteng, M. Lingga, pada Kamis, (4/12) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Kejadian tragis ini berlangsung di Jalan Rugemuk Dusun II, Kecamatan Pantai Labu yang memicu luka mendalam sekaligus kemarahan masyarakat.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula saat Anshari membeli rokok di warung. Tak disangka, Pelaku yang melintas tiba-tiba menantangnya untuk berkelahi.Dengan niat menyelesaikan konflik, korban menyetujui untuk bertemu di lokasi lain, yakni di area kuburan Cina. Namun, sebelum niat itu terlaksana, pelaku mengejar korban yang hendak pergi menggunakan sepeda motornya.
Dalam aksi brutal tersebut, pelaku melayangkan tikaman pertama yang meleset. Namun, tikaman kedua menghujam perut kanan korban hingga merobek paru-parunya. Usai aksinya, pelaku melarikan diri dengan membawa motor korban, meninggalkan Anshari yang bersimbah darah di lokasi kejadian.
Perjuangan Korban Melawan Maut
Dalam kondisi kritis, korban berusaha mencari pertolongan dengan mendatangi klinik terdekat. Sayangnya, luka serius yang dideritanya—termasuk kebocoran paru-paru dan pembekuan darah— membuatnya harus dirujuk ke Rumah Sakit Amri Tambunan, Lubuk Pakam.
Karena fasilitas medis yang tidak memadai, ia akhirnya dipindahkan ke RS Haji Medan untuk menjalani operasi penyelamatan nyawa.
Namun, perjuangan korban tak berhenti di meja operasi.
Di tengah masa pemulihan, muncul desakan dari pihak keluarga, khususnya istri (Mardiani, 32 tahun), dan mertuanya (Ahmad Khan, sekitar 60 tahun), yang meminta Anshari pulang meski kondisinya masih rawan. Berada di persimpangan sulit, korban akhirnya memutuskan mengikuti saran kakaknya, Zaitun, untuk tetap menjalani operasi.
Ketidakmampuan Biaya Menjadi Kendala
Meski operasi berhasil dilakukan, korban terpaksa harus tetap berada di rumah sakit karena kendala biaya. Melihat kondisi ini, kakaknya, Zaitun, berinisiatif menggalang dana dari masyarakat sekitar untuk membantu Anshari keluar dari rumah sakit.
Kasus Perlu Perhatian Serius
Insiden keji ini memerlukan perhatian serius dari pihak kepolisian. Tidak hanya soal penikaman, tindakan pelaku yang membawa sepeda motor korban menunjukkan bahwa kasus ini juga mengandung unsur pencurian. Hingga kini keadilan bagi Anshari belum terwujud, sementara pelaku belum dipastikan menerima hukuman setimpal.
Dukungan dari masyarakat, media, dan pihak-pihak terkait sangat dibutuhkan untuk mengawal kasus ini hingga selesai. Harapan besar juga tertuju pada DPR atau Kapolres, dan Kapolda Sumatera Utara agar memastikan penegakan hukum dilakukan secara adil dan transparan. Keadilan bagi korban dan keluarganya tidak boleh diabaikan. Kasus ini harus jadi momentum untuk menunjukkan bahwa hukum dapat berdiri tegak demi melindungi setiap warga negara.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
(H2/Red)